Resume kelompok 3
Nama :ahmad syafiq muntahal birr
Kelas :2D
NIM : 203111120
Tugas :meruseme kelompok 3
Sistem Pendidikan Islam
Sistem pendidikan adalah totalitas interaksi dari seperangkat unsur-unsur pendidikan yang bekerja sama secara terpadu, dan saling melengkapi satu sama lain menuju tercapainya tujuan pendidikan yang telah mencapai cita-cita bersama para pelakunya. Kerjasama antar pelaku ini didasari, dijiwai, digerakkan, digairahkan, dan diarahkan oleh nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh mereka
Unsur-unsur suatu Sistem Pendidikan terdiri dari unsur organik dan unsur anorganik seperti dana, sarana, dan alat-alat pendidikan lainnya dimanaa antaraunsur-unsur dan nilai-nilai yang ada dalam sistem pendidikan tidak bisa terpisahkan dan harus saling menyatu Sedangkan pengertian pendidikan islam ialah bimbingan yang dilakukan oleh orangdewasa kepada anak didik pada masa pertumbuhan agar memiliki kepribadian muslin. Sedangkan Sayid Muhammad al-Naquib al-Attasm mendefinisikan istilah pendidikan islam sebagai al-ta’dib. Abdurrahman al-Nahlawi berpendapat istilah pendidikan islam adalah al-tarbiyah. Sedangkan Abdul Fattah Jalal mendefinisikan istilah pendidikan islam sebagai al-ta’lim. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan islam adalah seperangkat unsur yang terdapat dalam pendidikan yang berorientasi pada ajaran islam yang saling berkaitan sehingga membentuk satu kesatuan dalam mencapai satu tujuan.
Ciri-ciri sistem pendidikan :
Menurut J.W Getzel dan E.G Guba menyatakan bahwa pada umumnya sistem memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Terdiri atas unsur-unsur yang saling berkaitan antara satu sama lain.
2) Berorientasi kepada tujuan yang ditetapkan.
3) Didalamnya terdapat peraturan-peraturan dan tata tertib dari berbagai kegiatan.
Unsur-unsur dalam sistem pendidikan :
1) Kegiatan pendidikan, seperti: pendidikan itu sendiri, pendidikan oleh lingkungan pendidikan dari seseorang terhadap orang lain.
2) Tempat pendidikan, seperti: sekolah, pesantren, rumah tangga, dan masyarakat.
3) Binaan pendidikan, seperti: jasmani, akal dan kalbu.
4) Komponen pendidikan, seperti: tujuan, dasar, materi, metode, evaluasi, media, administrasi dan sebagainya.
Komponen-komponen dalam sistem pendidikan
Aminuddin Rasyad berpendapat bahwa unsur ensensial pendidikan sebagai berikut: materi pendidikan, siswa dan pendidik, tujuan pendidikan, cara mendidik, alat pendidikan, lingkungan pendidikan, dan evaluasi pendidikan
Hal ini dapat disimpulkan dari pendapat diatas yaitu komponen pendidikan terdapat 6 yaitu: 1) tujuan, 2) siswa, 3) pendidik, 4) isi/materi, 5)alat pendidikan dan 6) situasi lingkungan.
1) Komponen Tujuan.
Tujuan pendidikan berfungsi sebagai arah yang ingin dicapai dalam aktifitas pendidikan. Apabila tujuan pendidikan sudah jelas, maka komponen pendidikan yang lain dan juga aktivitas yang berpegang terhadap tujuan akan tercapai dengan baik. Sehingga keefektifitas proses pendidikan selalu diukur dari capaian tujuan, apakah dapat dicapai atau tidak.
2) Komponen Siswa.
Peserta didik/siswa didik adalah masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui pendidikan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu Peserta didik secara formal adalah orang yang sedangada pada fase pertumbuhan dan perkembangan diri secara fisik maupunpsikis, pertumbuhan dan perkembangan peserta didik merupakantanggung jawab dari pendidik untuk membimbing peserta didik.
3) Komponen Pendidik.
Pendidik adalah individu yang mengajarkan tetntang pengetahuan, sikap dan tingkah laku peserta didik.21 Pendidik dikategorikan menjadi dua yaitu pendidik dari orang tua dan pendidik dari guru.
Guru(pendidik) memiliki tugas utama. Menurut Imam Al-Ghazalit tugasguru adalah "menyempurnakan, menyucikan dan membersihkan serta membawa hati manusia untuk mendekatkan diri kepadaAllah”
4).Komponen Isi/Materi
Salah komponen yang perlu dipahami oleh guru adalah materikurikulum). kurikulum berasal dari bahasa yunani yaitu curir berartipelari dan curare berarti tempat berpacu. Istilah kurikulum ialah jarakyang harus ditempuh oleh pelari dari start hingga garis finish.
Dalam dunia pendidikan kurikulum diartikan sebagai sejumlah mata pelajaranyang harus ditempuh dan diselesaikan oleh peserta didik di madrasah atau perguruan tinggi. Menurut Supiana kurikulum diartikan sebagai materi/isi pelajaran yang disampaikan pendidik kepada siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pendidikan yang diselenggarakan pada sekolahan, keluarga, maupun masyarakatmemiliki syarat pada pemilihan materi yaitu, materi harus sesuai dengan tujuan pendidikan dan materi harus sesaui dengan kebutuhansiswa.
5). Komponen Alat pendidikan
Alat pendidikan adalah pendukung pelaksanaan pendidikan yang digunakansebagai perantara saat penyampaian materi oleh pendidik kepadasiswa dalam mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan dibagi menjadi dua yaitu, alat pendidikan metode dan alat pendidikan perangkat keras seperti media pembelajaran dan sarana pembelajaran.31 Media pembelajaran memiliki peranan penting dalam komponen pendidikan, tanpa media pembelajaran maka proses komunikasi tidak dapat berlangsung secara maksimal.
6). Komponen Lingkungan Pendidikan.
Komponen lingkungan merupakan salah satu ruang dan waktu yang mendukungproses pembelajaran dan pengajaran. Jalannya proses pembelajaran berada dalam lingkungan terbagi menjadi lingkungan keluarga sekolah dan masyarakat.
Lingkungan ada dua macam, yaitu lingkungan fisik dan sosial. Lingkungan fisik yakni suasana dan keadaan berlangsungnya pendidikan. Lingkungan sosial yakni iklim dan suasana kependidikan.
Sistem pendidikan islam memiliki perbedaan dengan sistem pendidikan non-islam Sebab pendidikan islam memiliki 2 model, yaitu:
1. Model Pragmatis
Model Pragmatis adalah model yang mengutamakan aspek praktis dankegunaanya artinya sistem pendidikan itu diambil dari sistem yang kontemporer dapat dikembangkan dalam pendidikan islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar dalam Al-Qur’an dan Hadist.
Model pragmatis dapat dilakukan dengan cara:
1) Adobsi, yaitu mengambil contoh secara utuh dari sistem pendidikan non-islam.
2) Asimilasi, yaitu mengambil sistem pendidikan non-islam dengan menyesuaikan disana sini
3) Legitimasi yaitu mengambil sistem pendidikan no-islam kemudian dicarikan nash untuk justifikasinya.
2. Model Idealistik
Model idealistik adalah model yang lebih mengutamakan ajaran dasar islam yaitu Al-Quran dan Hadist yang lebih mengandung berbagai aspek kehidupan dan aspek pendidikan.
Model ini memiliki prosedur dalam penyusunan model sebagai berikut:
1) Digali pemecahan persoalan kependidikan islam berdasarkan nashsecara langsung.
2) Digali dari hasil interpretasi nash oleh para ahli filosofis.
3) Digali dari hasil interpresati para sufi muslim seperti konsep jiwa dan konsep ilmu menurut al-gasali dan lainnya.
4) Digali dari hasil interpertasi para musafir dan para ahli pendidikan modern, seperti mahammad abduh, rasyid ridha, igbal dan sebagainnya.
Komentar
Posting Komentar