Postingan

 Historical Origins of Sunnism and Shī‘ism Historians often focus on the turbulent nature of early Islamic history, in particular on the period immediately after the death of the Prophet Muḥammad and during the first century of Islam. The Prophet died in 632 CE, after a remarkably successful career that brought together the divergent and warring tribes of Arabia. These tribes became allied to Medina, the seat of power at the time of the Prophet. Conversions to Islam included individuals and clans, and, sometimes, whole tribes. At the time of the Prophet’s death, the Medinan community was comprised largely of Meccan migrants (muhājirūn) and the Medinan Muslims (ansār): each of which retained their tribal identities in addition to being Muslim. The Prophet’s death meant the community of Muslims – primarily situated in Medina, but also surrounding regions – were left without a leader. Even before the Prophet was buried, leading figures within the Medinan Muslim community met at the me...

Pendekatan Saintifik

 A. Definisi Pendekatan Saintifik pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang  sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip  melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah),  merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulakan data dengan  berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep,  hukum atau prinsip yang “ditemukan”. B. Karakteristik Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Pembelajaran dengan metode saintifik memiliki karakteristik sebagai berikut:[3] 1. Berpusat pada siswa. 2. Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengontruksi konsep, hukum atau  prinsip. 3. Melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan  intelek, khususnya keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa. 4. Dapat mengembangkan karakter siswa. C. Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifi...

Project Based Learning

 A. Pengertian Project Based learning Project based learning adalah model pembelajaran yang didasarkan pada proyek,  di mana siswa dihadapkan dengan masalah yang ada di dunia nyata yang dianggap  bermakna, kemudian bertindak secara kolaboratif untuk menciptakan solusi dari masalah  tersebut. Pembelajaran berbasis proyek membuat pembelajaran menjadi sesuatu yang lebih  “hidup” bagi siswa. Siswa Bapak dan Ibu Guru akan mengerjakan proyek dalam waktu  tertentu, di mana mereka terlibat langsung dalam proses pemecahan masalah dan  menjawab pertanyaan-pertanyaan kompleks.   “Problem Based Learning (PBL) merupakan model kurikulum yang berhubugan dengan  masalah dunia nyata siswa. Masalah yang diseleksi mempunyai dua karakteristik penting,  pertama masalah harus autentik yang berhubungan dengan kontek sosial siswa, kedua  masalah harus berakar pada materi subjek dari kurikulum”. Terdapat tiga ciri utama dari  model Problem Based L...

Problem Based Leaening

 A. Pengertian pembelajaran Problem Based Learning Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat  menolong siswa untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan pada era globalisasi  saat ini. Problem Based Learning dikembangkan untuk pertama kali oleh Prof. Howard  Barrows sekitar tahun 1970-an dalam pembelajaran ilmu medis di McMaster University  Canada. B. Ciri dan karakteristik pembelajaran Problem Based Learning Ciri yang paling utama dari model pembelajaran Problem Based Learning yaitu  dimunculkannya masalah pada awal pembelajarannya. Menurut Arends, berbagai  pengembangan pengajaran berdasarkan masalah telah memberikan model pengajaran itu  memiliki ciri ciri sebagai berikut; 1. Autentik, yaitu masalah harus berakar pada kehidupan dunia nyata siswa dari pada  berakar pada prinsip-prinsip disiplin ilmu tertentu.  2. Jelas, yaitu masalah dirumuskan dengan jelas, dalam arti tidak menimbulkan masalah ...

Discovery learning

 Discovery learning adalah model pembelajaran berbasis penemuan. Pembelajaran  discovery learning adalah model pembelajaran yang menekankan agar siswa aktif  mengembangkan cara belajarnya dengan menemukan dan menyelidiki sendiri atas suatu  kejadian atau fenomena sehingga hasil yang diperoleh akan tahan lama dan tidak mudah  dilupakan oleh siswa. Selain itu, dengan pembelajaran discovery learning (penemuan) akan  mengajarkan siswa untuk dapat menganalisis dan memecahkan masalah yang dihadapi. Ciri utama pembelajaran discovery learning diantaranya yaitu: (1) mengeksplorasi dan  memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi  pengetahuan; (2) berpusat pada siswa; (3) kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru  dan pengetahuan yang sudah ada. Pembelajaran discovery learning memiliki kelebihan salah satunya ialah dapat  mengarahkan siswa untuk menjalankan kegiatan belajarnya sendiri yang dapat melibatkan  ak...

Pembelajaran reflektif

A. Pengertian Pembelajaran Reflektif •Metode pembelajaran reflektif adalah bentuk pembelajaran yang mengajak seseorang untuk merenungkan pengalaman yang dimiliki atau tindakan yang dilakukan. Tujuan refleksi tersebut untuk mendapatkan makna dan setiap peristiwa sehingga akan mengubah perspektif konseptualnya. Pendekatanini dikemukakan oleh John Dewey, yang kemudian dikembangkan salah satunya oleh David Kolb (1984) dengan konsep experiential learning. • Pembelajaran reflektif adalah model pembelajaran yang mengedepankan proses berpikir dengan dasar refleksi diri, pengalaman yang telah dialami sebelumnya, dan harapan masa depan (Morrow, 2009). • Pembelajaran reflektif dalam artian luas dipahami sebagai kegiatan belajar tingkat tinggi. Pengertian tersebut merujuk pada kegiatan pembelajaran yang intensif dan seringkali disebut sebagai pembelajaran mendalam. Gambaran bahwa pembelajaran reflektif merupakan pembelajaran tingkat tinggi atau pembelajaran mendalam dapat dijelaskan melalui empat ...

Experiental Lerning

 A.    Pengertian Experiental Learning Model Experiental Learning adalah model belajar mengajar yang mengaktifkan pendidik untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman secara langsung. Dalam hal ini, experiental learning menggunakan pengalaman sebagai stimulus untuk membantu pendidik mengembangkan kapasitas dan kemampuan dalam pembelajaran. Tujuan dari model pembelajaran ini adalah untuk menambah kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan siswa dan menciptakan interaksi sosial yang positif. B.    Karakteristik Dari Experiental Learning Menurut Muhammad (2015:129) terdapat enam karakteristik dalam experiental learning, yaitu : Lebih menekankan pada proses daripada hasil yang akan dicapai. Belajar merupakan proses yang selalu didasarkan pada pengalaman. Belajar memerlukan beberapa pernyataan konflik antara gaya yang berlawanan dengan cara dialektis Belajar adalah suatu proses yang holistik Belajar melibatkan hubungan antara seseorang dengan lingku...