Project Based Learning
A. Pengertian Project Based learning
Project based learning adalah model pembelajaran yang didasarkan pada proyek,
di mana siswa dihadapkan dengan masalah yang ada di dunia nyata yang dianggap
bermakna, kemudian bertindak secara kolaboratif untuk menciptakan solusi dari masalah
tersebut. Pembelajaran berbasis proyek membuat pembelajaran menjadi sesuatu yang lebih
“hidup” bagi siswa. Siswa Bapak dan Ibu Guru akan mengerjakan proyek dalam waktu
tertentu, di mana mereka terlibat langsung dalam proses pemecahan masalah dan
menjawab pertanyaan-pertanyaan kompleks.
“Problem Based Learning (PBL) merupakan model kurikulum yang berhubugan dengan
masalah dunia nyata siswa. Masalah yang diseleksi mempunyai dua karakteristik penting,
pertama masalah harus autentik yang berhubungan dengan kontek sosial siswa, kedua
masalah harus berakar pada materi subjek dari kurikulum”. Terdapat tiga ciri utama dari
model Problem Based Learning (PBL)
B. Karakteristik Projectt Based Learning
Dari hasil penelitian the AutoDesk Foundation tentang karakteristik Project Based
Learning. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa Project Based Learning adalah
pendekatan pembelajaran yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja,
b) adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik,
c) peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau
tantangan yang diajukan,
d) peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola
informasi untuk memecahkan permasalahan,
e) proses evaluasi dijalankan secara kontinyu,
f) peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan,
g) produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif,
h) situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan
C. Tujuan
Ada beberapa tujuan dari project based learning, sebagai berikut:
a) Problem solving (melatih siswa untuk mampu menyelesaikan berbagai permasalahan
yang dihadapi).
b) Self directed learning (melatih dan memupuk rasa tanggung jawab, inisiatif, dan
kebebasan untuk belajar mandiri dan menentukan mana dulu yang akan dipelajari)
c) Life long learning (konsep belajar sepanjang hayat, sebagai usaha memupuk kesadaran
belajar yang berkelanjutan dan tiada henti)
d) Identifikasi dan evaluasi sumber belajar (dengan berbagai sumber belajar yang tersebar
bebas dari berbagai media dan sumber)
e) Critical thinking (melatih siswa untuk berpikir kritis dengan kemampuan analisa,
evaluasi, dan sintesa)
f) Creative thinking (melatih kemampuan siswa daya kreasinya dalam menciptakan hal-hal
baru)
D. Langkah langkah
1. Membuka pelajaran dengan pertanyaan menantang yang dapat memberi penugasan
2. Merencanakan proyek
3. Penyusunan jadwal aktivitas
4. Pengawasi jalanya proyek
5. Penilaian terhadap produk yang di hasilkan
6. Evaluasi
Komentar
Posting Komentar