Kelompok 8

 ILMU PENDIDIKAN ISLAM

KEDUDUKAN DAN PERAN GURU DALAM PANDANGAN ISLAM

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam

Dosen Pengampu: Ahmad Muzakkil Anam, M.Pd.I



Disusun oleh :

Ahmad Syafiq Muntahal Birri (203111120)

Akbar Nur Rosyid (203111123)

Bugar Yusniar (203111139)


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS ILMU TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA

TAHUN 2021



BAB I 

PENDAHULUAN


Latar Belakang

Proses pendidikan merupakan sebuah proses yang dengan sengaja dilaksanakan semata–semata bertujuan untuk mencerdaskan. Melalui proses pendidikan akan terbentuk sosok–sosok individu sebagai sumber daya manusia yang akan berperan besar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu peran pendidikan demikian sangat penting sebab pendidikan merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Hubungan antar proses pendidikan dengan terciptanya sumber daya manusia merupakan suatu hubungan logis yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini sesuai dengan pengertian pendidikan itu sendiri. Mc. Donald memberikan rumusan tentang pendidikan : “… is a process or an activity which is directed at producing desirable in the behavior of human beings.” Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan menghasilkan perubahan tingkah laku manusia.

Pendapat lainnya, yaitu pendapat Mc. Donald yang didalammnya sejalan dengan pendapat Winarno Surakhmad yang mengemukakan bahwa: Pendididkan atau dipersempit dalam pengertian pengajaran, adalah satu usaha yang bersifat sadar tujuan, dengan sistematis terarah pada perubahan tingkah laku. Menuju ke kedewasaan anak didik. Perubahan itu menunjuk pada suatu proses yang harus dilalui. Tanpa proses itu perubahan tidak mungkin terjadi, tanpa proses itu tujuan tak dapat dicapai. Dan proses yang dimaksud di sini adalah proses pendidikan.


Rumusan Masalah

Apa pengertian dari guru dalam pendidikan?

Apa saja fungsi guru dalam pendidikan?

Bagaimana kedudukan guru dalam pendidikan Islam?

Apa saja fungsi guru dalam pendidikan Islam?

Bagaimana kompetensi guru dalam pandangan Islam?


Tujuan

Memahami pengertian guru dalam pendidikan

Mengetahui fungsi guru dalam pendidikan

Mengetahui kedudukan guru dalam pendidikan Islam

Mengetahui fungsi guru dalam pendidikan Islam

Memahami kompetensi guru dalam pandangan Islam
















 BAB II

PEMBAHASAN


Pengertian Guru dalam Pendidikan

Pengertian guru dalam pendidikan adalah tenaga profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Undang Undang Nomor 14 tahun 2005, tentang Guru dan Dosen). Oleh karena itu, guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Guru atau pendidik secara sederhana dapat diartikan sebagai orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Karena tugasnya itulah, ia dapat menambah kewibawaannya dan keberadaan guru sangat diperlukan masyarakat. Dengan demikian, guru harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat yang diberikan kepadanya, dengan itu juga guru diposisikan sebagai sosok yang disebut memiliki wewenang terhadap para muridnya. 



Fungsi Guru dalam Pendidikan

Guru mempunyai tugas ganda yang luas, baik di sekolah, di keluarga maupun di masyarakat. Guru yang baik dan efektif ialah guru yang dapat memainkan semua perannya dengan baik. Menurut Armstrong dalam bukunya Secondary Education (1983) peranan guru ada 6 yaitu:

Guru sebagai instruktur

Tanggung jawab instruksional guru ialah berlangsungnya interaksi belajar mengajar. Guru harus mampu menciptakan situasi dan kondisi belajar yang kondusif.

2.   Guru sebagai manajer

Dalam menjalankan tugas kesehariannya, guru sebagai pendidik dalam proses belajar-mengajar sangat dituntut kemampuannya dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengawasi semua kegiatannya. Dengan demikian guru juga sebagai manajer bertanggung jawab untuk mengatur semua tugas-tugasnya dalam mendidik anak di kelas. Artinya semua komponen sekecil apapun yang ada di kelas harus diatur sedemikian rupa, karena ia berlangsung sebagai sebuah sistem, sehingga ia harus hati-hati dalam menyiapkan materi ajar, sarana prasarana, metode, pengaturan siswa di kelas dan lain sebagainya. Keberhasilan memanejemen semua komponen-komponen tersebut akan membuahkan keberhasilan, dan sebaliknya.

3.   Guru sebagai pembimbing

Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru merupakan faktor utama. Sehubungan dengan perannya sebagai pembimbing, seorang guru harus:

Mengumpulkan data tentang siswa. mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari, mengenal para siswa yang memerlukan bantuan khusus,mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orang tua siswa, baik secara individu maupun secara kelompok, untuk memperoleh saling pengertian tentang perkembangan pendidikan anaknya, bekerjasama dengan masyarakat dan lembaga-lembaga lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa, membuat catatan pribadi siswa, menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu.

4.   Guru sebagai evaluator

Penilaian merupakan suatu keharusan bagi seorang guru, untuk mengukur seberapa jauh ketercapaian tujuan pembelajaran. Seorang guru dalam menjalankan tugas kesehariannya, yaitu mendidik, tidak akan luput dari penilaian, baik aspek kognitif, psikomotor maupun afektif. Ketiga aspek ini dapat terwujud dengan baik jika seorang guru selama menjalankan tugasnya melakukan penilaian dengan baik.

5.   Guru sebagai anggota organisasi profesi

Tujuan utama dari organisasi profesi, adalah membantu para guru untuk meningkatkan profesinya, karena bagaimanapun juga persoalan pendidikan yang begitu kompleks tidak akan bisa diselesaikan dengan beberapa guru tanpa melalui organisasi profesi. Dengan ini peranan dan tanggung jawab guru akan semakin jelas dan terarah.

6.   Guru sebagai spesialis hubungan masyarakat

Guru harus mampu memainkan peran sebagai spesialis hubungan masyarakat, terutama dalam bekerja sama dengan orang tua siswa dan komite sekolah. Pandangan-pandangan masyarakat yang bersifat positif dan bersifat negatif terhadap sekolah cenderung tergantung pada bagaimana masyarakat tersebut memandang sekolah. Oleh karena itu, para guru harus tetap menjaga hubungan yang terbuka dan positif dengan para orangtua siswa di mana anak-anak mereka bersekolah.



Kedudukan Guru dalam Pendidikan Islam

Penghargaan Islam terhadap guru sangat tinggi, begitu tingginya hingga menempatkan posisi guru kedudukannya setingkat dibawah nabi dan rasul. Di dalam Alquran maupun al-hadits kita banyak menemukan ajaran yang berisi tentang penghargaan terhadap ilmu pengetahuan (termasuk di dalamnya adalah orang yang berilmu pengetahuan).

Sebenarnya tingginya kedudukan guru dalam Islam merupakan realisasi ajaran Islam itu sendiri titik Islam memuliakan pengetahuan-pengetahuan itu didapat dari belajar dan mengajar yang belajar adalah calon guru dan yang mengajar adalah guru. Maka, tidak boleh tidak, Islam pasti memuliakan guru. Tak terbayangkan terjadinya pengembangan pengetahuan tanpa adanya orang yang belajar dan mengajar, tidak terbayangkan adanya belajar dan mengajar tanpa adanya guru karena Islam adalah agama, maka pandangan tentang guru dan kedudukan guru tidak lepas dari nilai-nilai kelangitan.

Kedudukan orang alim dalam Islam dihargai manakala orang itu mengamalkan ilmunya. Mengamalkan ilmu dengan cara cara mengajarkan ilmu kepada orang lain adalah suatu pengamalan yang paling dihargai oleh Islam sebenarnya tingginya kedudukan guru dalam Islam adalah realisasi dari ajaran Islam itu sendiri titik Islam memuliakan ilmu pengetahuan, pengetahuan didapat dari belajar sedangkan dalam proses belajar ada murid dan guru maka tidak boleh tidak Islam sangat memuliakan guru.



Fungsi Guru dalam Pendidikan Islam

Menurut Hamalik, guru dapat melaksanakan perannya yaitu:

1. Sebagai fasilitator, yang menyediakan kemudahan-kemudahan bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar.

2. Sebagai pembimbing, yang membantu siswa mengatasi kesulitan dalam proses belajar.

3. Sebagai penyedia lingkungan, yang berupaya menciptakan lingkungan yang menantang siswa agar melakukan kegiatan belajar.

4. Sebagai komunikator, yang melakukan komunikasi dengan siswa dan masyarakat.

5. Sebagai model, yang mampu memberikan contoh yang baik kepada siswanya agar berperilaku yang baik.

6. Sebagai evaluator yang melakukan penilaian terhadap kemajuan belajar siswa.

7. Sebagai inovator, yang turut menyebarluaskan usaha-usaha pembaharuan kepada masyarakat.

8. Sebagai motivator kamar yang meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa.

9. Sebagai agen kognitif yang menyebarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik dan masyarakat.

10. Sebagai penilaian atau evaluasi, merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variabel lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa peran guru sangatlah penting dalam pendidikan karena yang membantu siswa mengatasi kesulitan dalam proses belajar yang berupaya menciptakan lingkungan yang menantang siswa agar melakukan kegiatan belajar adalah guru.



Kompetensi Guru dalam Pendidikan Islam

Kompetensi guru dalam pendidikan Islam menurut perspektif Alquran Tafsir Al-Mishbah surah Al- 'Alaq yaitu:

1. Kompetensi pedagogik-religius, yang terdiri dari: 1) Pendidik harus senantiasa membaca, menelaah, mendalami, meneliti, ayat-ayat Allah baik yang qauliyyah (ayat yang tertulis) maupun yang kauniyyah (ayat yang tidak tertulis) sehingga mampu menyampaikan (dalam hal ini mengajarkan) hasil dari semua kegiatan itu kepada orang lain. 2) Pendidik harus menuangkan hasil bacaan, penelaahan, penelitian dalam bentuk tulisan, artinya pendidik harus pandai menulis. 3) pendidik harus berilmu pengetahuan yang jelas.

2. Kompetensi personal-religius, yang terdiri dari: 1) Pendidik harus mengadopsi sifat Allah sesuai dengan tataran kemanusiaannya, diantaranya adalah sifat pemurah dan mulia. 2) Pendidik jauh dari sikap melampaui batas dan berlaku sewenang-wenang. 3) Pendidik harus memiliki sikap bertanggung jawab. 4) pendidik jauh dari sifat dusta/mendustakan dan berpaling, artinya pendidik yang jujur dan berani menerima kebenaran.

3. Kompetensi sosial-religius yang terdiri dari: 1) pendidik harus menyadari sifat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tetapi selalu bergantung kepada selainnya yang dipahami dari kata 'alaq. 2) sebagai makhluk sosial, pendidik harus menjauh dari sifat merasa cukup, tidak membutuhkan apapun dari orang lain.

4. Kompetensi profesional-religius: yang terdiri dari: Pendidik harus menguasai metode dalam menyampaikan ilmu pengetahuan. Metode pendidikan yang penting itu di antaranya, 1) Metode janji dan ancaman (reward and punishment), dan 2) Metode keteladanan (qudwah/uswah).

5. Kompetensi keagamaan, yang terdiri dari: 1) Pendidik harus selalu mendasari aktivitasnya demi dan karena Allah. 2) Pendidik harus mengajarkan dan menjelaskan petunjuk (al-quran dan al-sunnah) kepada peserta didik dan bertakwa. 3) pendidik harus bersikap Ihsan, merasa selalu diawasi oleh Allah. 4) pendidik harus senantiasa melaksanakan salat dan mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap menjalankan aktivitas termasuk aktivitas dalam dunia pendidikan.







BAB III

KESIMPULAN


Pengertian guru dalam pendidikan adalah tenaga profesional dengan tugas utama mendidik.

Guru mempunyai tugas ganda yang luas, baik di sekolah, di keluarga maupun di masyarakat. 

Penghargaan Islam terhadap guru sangat tinggi, hingga menempatkan posisi guru kedudukannya setingkat dibawah nabi dan rasul.

Peran guru sangatlah penting dalam pendidikan karena yang membantu siswa mengatasi kesulitan dalam proses belajar dan yang berupaya menciptakan lingkungan yang menantang siswa agar melakukan kegiatan belajar adalah guru.

Ada lima kompetensi guru dalam pendidikan Islam menurut perspektif Alquran Tafsir Al-Mishbah surah Al- 'Alaq.














DAFTAR PUSTAKA


https://media.neliti.com/media/publications/300413-tugas-peran-dan-fungsi-guru-dalam-pendid-4e6b20f0.pdf

http://digilib.uinsby.ac.id/654/5/Bab%202.pdf

http://repository.radenintan.ac.id/1728/3/BAB_II_FIX.pdf

https://www.google.com/url?q=http://eprints.ums.ac.id/31357/11/NASKAH_PUBLIKASI.pdf&usg=AOvVaw1nJ7qeFmnW7TXTV00IuQhE

https://www.google.com/search?q=latar+belakang+makalah+pendidikan

Komentar