Resume
LINGKUNGAN DAN LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
1. Pengertian Lingkungan dalam Perspektif Islam
Pengertian lingkungan dalam arti yang luas lingkungan mencakup iklim dan geografis, tempat tinggal, adat istiadat, pengetahuan, pendidikan, dan alam. Dengan kata lain lingkungan ialah segala sesuatu yang tampak dan terdapat di dalam alam kehidupan yang senantiasa berkembang. Lingkungan merupakan sesuatu yang berada di luar diri anak dan mempengaruhi perkembangannya.
Menurut Milieu, yang dimaksud lingkungan ditinjau dari perspektif pendidikan Islam adalah sesuatu yang ada disekeliling tempat anak melakukan adaptasi, meliputi:
1). Lingkungan alam, seperti udara, daratan, pegunungan, sungai, danau, lautan,
2). Lingkungan Sosial, seperti rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.
Pengertian Lembaga Pendidikan dalam Perspektif Islam
Lembaga pendidikan merupakan salah satu sistem yang memungkinkan berlangsungnnya pendidikan secara berkesinambungan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
2. Jenis Lingkungan dan Perannya Masing-Masing
Menurut Drs. Abdurrahman Saleh, ada 3 macam pengaruh lingkungan pendidikan terhadap keberagamaan anak, antara lain:
1). Lingkungan yang acuh tak acuh terhadap agama
Lingkungan semacam ini adakalanya berkeberatan terhadap pendidikan agama, dan adakalanya pula agar sedikit tahu tentang hal itu.
2). Lingkungan yang berpegang kepada tradisi agama tetapi tanpa keinsyafan batin
Biasanya lingkungan seperti inj menghasilkan anak-anak beragama yang secara tradisional tanpa kritik atau beragama secara kebetulan.
3). Lingkungan yang memiliki tradisi agama dengan sadar dan dalam kehidupan agama
Lingkungan ini memberikan motivasi yang kuat kepada anak untuk memeluk dan mengikuti
pendidikan yang ada. Apabila lingkungan ini diitunjang dengan pimpinan yang baik dan kesempatan yang memadai, maka kemungkinan besar hasilnya pun baik pula.
Dari uraian tersebut, lingkungan pendidikan dapat dibedakan mejadi tiga macam :
• Pengaruh lingkungan positif
Lingkungan yang memberikan dorongan atau motivasi dan rangsangan kepada anak untuk menerima, memahami, meyakini serta mengamalkan ajaran Islam.
• Pengaruh lingkungan negatif
Lingkungan yang menghalangi anak untuk menerima, memahami, meyakini dan mengamalkan ajaran Islam.
• Lingkungan netral,
Lingkungan yang tidak memberikan dorongan untuk meyakini atau mengamalkan agama, dan juga tidak melarang anak-anak untuk meyakini dan mengamalkan ajaran Islam.
3. Bentuk Lembaga-lembaga Pendidikan dalam Islam
Menurut Sidi Gazalba, lembaga yang berkewajiban melaksanakan pendidikan Islam adalah:
1). Rumah Tangga
Pendidikan primer untuk fase bayi dan fase kanak-kanak sampai usia sekolah. Pendidiknya yaitu: orangtua, sanak kerabat, famili, saudara-saudara, teman sepermainan, dan kenalan pergaulan.
2). Sekolah
Pendidik sekunder yang mendidik anak mulai dari usia masuk sekolah sampai ia keluar dari sekolah tersebut. Pendidiknya adalah guru profesional.
3). Kesatuan Sosial
Pendidikan tersier yang merupakan pendidikan yang terakhir tetapi bersifat permanen. Pendidiknya dalah kebudayaan, adat istiadat, dan suasana masyarakat setempat.
Dari uraian di atas dapat di rinci lembaga-lembaga pendidikan islam sebagai berikut :
• Keluarga
Keluarga adalah ikatan laki-laki dengan perempuan berdasarkan hukum perkawinan yang sah. Di dalam keluarga ini lahirlah anak-anak dan di sinilah terjadinya interaksi pendidikan. Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama karena di lingkungan inilah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya.
• Sekolah (Madrasah)
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang sangat penting sesudah keluarga. Semakin besar anak, semakin besar kebutuhannya. Karena keterbatasanya, orangtua tidak mampu memenuhi kebutuhan anak tersebut. Oleh karena itu,orangtua menyerahkan sebagian tanggung jawabnya kepada sekolah. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang melaksanakan pembinaan, pendidikan, pengajaran dengan sengaja, teratur dan terencana. Pendidikan yang berlangsung di sekolah bersifat sistematis, berjenjang, dan dibagi dalam waktu-waktu tertentu yang berlansung dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.
• Tempat Ibadah
Yang dimaksud tempat ibadah yaitu seperti musholla, masjid, dan sebagainya. Oleh umat islam, tempat ini biasanya dalam bentuk madrasah diniyah. Dan juga sering diadakan pengajian-peengajian umum seperti untuk peringatan hari-hari besar Islam, tabligh akbar, diskusi, dan seminar.
• Masyarakat
Masyarakat adalah kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan negara, kebudayaan dan agama setiap masyarakat. Masyarakat merupakan lembaga kedua setelah keluarga dan sekolah. Pendidikan ini telah dimulai sejak anak-anak.
Organisasi-organisasi islam yang tumbuh di dalam masyarakat, antara lain:
1). Taman Pengajian Al-Quran (TPQ)
TPQ adalah lembaga pendidikan Islam tingkat dasar diluar sekolah. Pesertanya secara umum ditujukan pada anak-anak usia taman kanak-kanak atau TK, tetapi pada prakteknya sering ditemui anak-anak usia SD atau SLTP bahkan terkadang SLTA yang ingin lancar membaca Al-Qur'an.
2). Majelis Ta’lim
Majelis Ta’lim adalah salah satu sarana pendidikan dalam Islam. Majelis Ta’lim lebih kita kenal dengan istilah pengajian-pengajian. Umumnya berisi ceramah atau khotbah-khotbah keagamaan Islam, juga sering digunakan sebagai wahana diskusi ilmiah, sosiologis, politik, hukum, dan sebagainya
Komentar
Posting Komentar