Resume
Evaluasi Pembelajaran
Pengertian Evaluasi
Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan Pendidikan.
Tujuan Evaluasi Pembelajaran
Menurut Abdul Mujib, tujuan evaluasi adalah : 1. Merangsang kegiatan peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya; 2. Mengetahui tingkat efektifitas metode yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran yang di pelajari; 3. Mengetahui siapa diantara peserta didik yang cerdas dan yang lemah, sehingga yang lemah diberi perhatian khusus agar ia dapat mengejar kekurangannya; 4. Mengumpulkan informasi yang digunakan sebagai dasar untuk mengadakan pengecekan sistematis terhadap hasil pendidikan kemudian dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Fungsi Evaluasi Pendidikan
Anas Sudijono (2003), membagi fungsi evaluasi pendidikan menjadi fungsi umum dan fungsi khusus, yaitu :
a. Fungsi Umum
Secara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses yang memiliki tiga macam fungsi pokok, yaitu: 1) Mengukur kemajuan; 2) Penunjang penyusunan rencana dan 3) Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.
b. Fungsi Khusus
Secara khusus, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan diantaranya :
1. Segi Psikologis
2. Segi didaktik
3. Segi administratif
Kegunaan dan Manfaat Evaluasi Pembelajaran
Manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan evaluasi pembelajaran, antara lain:
a. Terbentuknya kemungkinan untuk dapat dihimpunnya informasi, baik kuantitatif maupun kualitatif tentang kemajuan pembelajaran yang telah dicapai; b. Terbuatnya kemungkinan untuk dapat diketahui relevansi antara program pembelajaran dengan program pendidikan secaraumum yang telah dirumuskan dengan tujuan yang hendak dicapai; c. Terbuatnya kemungkinanuntuk dapat dilakukan perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan program pembelajaran sehingga tujuan dapat di capai. (Sudijono, 2008: 17)
Prinsip Evaluasi Pembelajaran
1) Kontinuitas
Evaluasi tidak boleh dilakukan secara insidental, karena pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses yang kontinu. Oleh sebab itu: (a) Dalam melakukan evaluasidilakukan secara kontinu. (b) Hasil evaluasi pada suatu waktu harus dihubungkan dengan hasil pada waktu sebelumnya, sehingga diperoleh gambaran yang jelas tentang perkembangan peserta didik. (c) Perkembangan belajar peserta didik tidak dapat dilihat dari dimensi produk saja tetapi juga dimensi proses bahkan dari dimensi input.
2) Komprehensif
Dalam melakukan evaluasi terhadap suatu objek, (a) Mengambil seluruh objek sebagai bahan evaluasi. Misalnya, jika objek evaluasi itu adalah peserta didik,
(b) Seluruh aspek kepribadian peserta didik itu harus dievaluasi, baik yang menyangkut kognitif, afektif maupun psikomotor. (c) Mengevaluasi objek-objek evaluasi lainnya.
3) Adil dan Objektif
Dalam melaksanakan evaluasi, harus berlaku adil tanpa pilih kasih, dilakukan dengan cara: (a) Semua peserta didik harus diperlakukan sama tanpa “pandang bulu”.
(b) Hendaknya bertindak secara objektif, apa adanya sesuai dengan kemampuan peserta didik. (c) Sikap like and dislike, perasaan, keinginan, dan prasangka yang bersifat negatif harus dijauhkan. (d) Evaluasi harus didasarkan atas kenyataan (data dan fakta) yang sebenarnya, bukan hasil manipulasi atau rekayasa.
4) Kooperatif
Dalam kegiatan evaluasi, hendaknya bekerjasama dengan semua pihak, seperti (a) Orang tua peserta didik, (b) Sesama guru, (c) Kepala sekolah, (d) Peserta didik itu sendiri. Hal ini dimaksudkan agar semua pihak merasa puas dengan hasil evaluasi, dan pihak-pihak tersebut merasa dihargai.
5) Praktis
Praktis mengandung arti mudah digunakan, (a) Bagi yang menyusun alat evaluasi maupun orang lain yang akan menggunakan alat tersebut. (b) Harus memperhatikan bahasa dan petunjuk mengerjakan soal.
Jenis Evaluasi Pembelajaran
1. Evaluasi perencanaan dan pengembangan,
2. Evaluasi monitoring,
3. Evaluasi dampak,
4. Evaluasi efisiensi-ekonomis,
5. Evaluasi program komprehensif,
Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran
Menurut Benyamin S.Bloom (1956) hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam tiga domain, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Domain kognitif (cognitive domain). Domain ini memiliki enam jenjang kemampuan, yaitu pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi (evaluation). Domain afektif (affective domain yang terdiri atas Kemauan menerima (receiving), kemauan menanggapi/menjawab (responding), menilai (valuing) dan organisasi (organization).
Objek evaluasi
Ditinjau dari segi input, objek evaluasi pendidikan terdiri dari aspek kemampuan, kepribadian, dan sikap. Dari segi subjek evaluasi pendidikan, jika sasarannya adalah prestasi belajar, maka subjek evaluasinya guru yang mengampu mata pelajaran tertentu.
Tekhnik Evaluasi
Teknik evaluasi digolongkan menjadi 2 yaitu teknik tes dan teknik non tes. Teknik tes merupakan pengumpul informasi bersifat resmi karena terdapat batasan. Tes mempunyai fungsi ganda untuk mengukur siswa dan keberhasilan program pembelajaran. Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur siswa maka dibedakan menjadi 3 macam tes, yaitu : tes diagnostik, tes formatif, dan tes sumatif.
Ditunggu karya-karya selanjutnya, semoga dapat senantiasa istiqomah dalam menghasilkan karya terbaik
BalasHapus