Kontekstual

 

STRATEGI PEMBELAJARAN KONSEKTUAL

* Pengertian

Pembelajaran konstektual atau yang juga dikenal dengan CTL(contextual Teaching and Learning ) adalah suatu strategi mengajar dimana konsep yang sedang dipelajari dalam situasi nyata sehingga siswamemahami konsep tersebut dan melihat

keterkaitannya dalam penggunaannya di kehidupan sehari-hari.Pembelajaran kontekstual melibatkan siswa secara penuh dalam proses pembelajaran. Siswa didorong untuk beraktivitas mempelajari

pelajaran sesuai topik yang akan dipelajarinya. Dalam pembelajaran kontekstual, belajar bukan hanya sekedar mendengarkan dan mencatat,

tetapi belajar adalah proses mengalami secara langsung. Melalui proses mengalami itu diharapkan perkembangan siswa terjadi secara utuh dan

tidak hanya berkembang dalam aspek kognitif saja, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik. Melalui pembelajaran kontekstual diharapkan siswa dapat menentukan sendiri materi yang dipelajarinya.


* Konsep Dasar

Dengan Model pembelajaran kontkestual bukan hanya guru yang aktif.. jadi memudahkan siswa untuk menerima materi dengan tanya jawab 

guru dengan siswa.atau siswa bertanya dengan guru. Konsep dasar strategi pembelajaran kontektual ada tiga hal yang harus kita pahami : 

a. Kontektual menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi..

b. Pembelajaran Kontektual mendorong siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang di pelajari dengan situasi kehidupan nyata, 

c. Pembelajaran kontekstual mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan.


* Asas

Pembelajaran kontekstual sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki tujuh asas (komponen). Asas-asas inilah yang melandasi 

pelaksanaan pembelajaran kontekstual (CTL), yaitu:

1. Konstruktivisme

2. Inkuiri

3. Bertanya (questioning)

4. Masyarakat belajar (Learning community)

5. Pemodelan (Modeling)

6. Refleksi (reflection)

7. Penilaian Nyata (Authentic Assessment )


* Pola

Pola Tahapan Pembelajaran kontekstual

Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran 

dikemukakan Wina Sanjaya (2008: 272) yaitu sebagai berikut : 

a. Pendahuluan 

1) Guru menjelaskan prosedur CTL

2) Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah siswa.

3) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi/ pengamatan. 

4) Melalui observasi siswa ditugaskan untuk menulis 5 kata dan 5 kalimat yang sesuai dengan tugasnya.

5) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap kelompok.

b. Inti Di lapangan siswa-siswi melakukan hal-hal berikut : 

1) Siswa melakukan observasi ke halaman sekolah sesuai dengan pembagian tugas kelompok.

2) Siswa mencatat hal-hal yang mereka temukan di halaman sekolah berupa tulisan berbentuk kata dan kalimat sesuai dengan tugas masing-masing kelompok. 

c. Penutup 

1) Dengan bantuan guru siswa menyimpulkan hasil observasi di sekitar halaman sekolah.

2) Guru menugaskan siswa sebagai perwakilan dari tiap kelompok untuk membacakan 5 buah kata dan 5 buah kalimat sederhana sesuai dengan pengalaman belajar mereka yang di dapat dari 

lingkungan sekolah


* Tujuan

Strategi pembelajaran konstektual memiliki berbagai tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengatasi kendala pelaksanaan pembelajaran dan meningkatkan prestasi atau pencapaian kompetensi siswa perlu diterapkan model pembelajaran kontekstual.

2. Melalui pembelajaran kontekstual diharapkan konsep-konsep materi dapat diintegrasikan dalam konteks kehidupan nyata dengan harapan siswa dapat memahami apa yang dipelajarinya dengan lebih baik dan mudah.

3. Memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan atu ketrampilan yang secara refleksi dapat diterapkan dari permasalahan kepermasalahan lainya.

4. Model pembelajaran ini bertujuan agar dalam belajar itu tidak hanya sekedar menghafal tetapi perlu dengan adanya pemahaman

5. Melatih siswa agar dapat berpikir kritis dan terampil dalam memproses pengetahuan agar dapat menemukan dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain


* Penerapan

Dalam penerapannya pembelajaran kontekstual

tidak memerlukan biaya besar dan media khusus. Pembelajaran kontekstual memanfaatkan berbagai sumber dan media pembelajaran yang ada di

lingkungan sekitar seperti tukang las, bengkel, tukang reparasi elektronik, barang-barang bekas, koran, majalah, perabot-perabot rumah tangga, pasar, toko, TV,radio, internet, dan sebagainya. Guru dan buku bukan merupakan sumber dan media sentral, demikian pula guru tidak dipandang sebagai orang yang serba tahu, sehingga guru

tidak perlu khawatir menghadapi berbagai pertanyaan siswa yang terkait dengan lingkungan baik tradisional maupun modern. dalam pembelajaran kontekstual tes hanya merupakan sebagian dari teknik/instrumen penelitian yang bermacam-macam seperti wawancara,

observasi, inventory, skala sikap, penilaian kinerja, portofolio, jurnal siswa, dan sebagainya yang semuanya disinergikan untuk menilai kemampuan siswa yang sebenarnya (autentik).

Komentar