Strategi pembelajaran langsung,tidak langsung dan empirik

 Nama : Ahmad Syafiq M.B

NIM : 203111120

Kelas : 4D - PAI

Mata Kuliah : Strategi Pembelajaran PAI

Dosen Pengampu : Ahmad Muzakkil Anam, M.Pd.I.




"STRATEGI PEMBELAJARAAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG DAN EMPIRIK"


A. Pengertian Strategi Pembelajaran Langsung


Strategi pembelajaran langsung adalah pembelajaran yang secara langsung diarahkan oleh guru melalui tugas-tugas spesifik yang harus dilengkapi para siswa di bawah pengawasan guru secara langsung.


Dengan demikian strategi pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centeret) oleh karena itu dalam pembelajaran ini menyiratkan langsung interaksi antara guru dengan siswa. Dalam pembelajaran ini, materi pembelajaran yang akan dipelajari dibagi kedalam bagian yang lebih kecil dan diperkenalkan secara langsung kepada para siswa.




1. Langkah-langkah strategi pembelajaran langsung


Menurut Kardi dan Nur sebagaimana yang dikutipoleh Trianto, dinyatakan bahwa langkah-langkah strategi pembelajaran langsung adalah sebagai berikut : 


a. Menyampaikan tujuan dan menyiapkan siswa.


b. Persentasi dan demonstrasi.


c. Memberikan latihan terbimbing.


d. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.


e. Memberikan kesempatan latihan mandiri . 




2. Kelebihan dan Kekurangan Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)


• Kelebihan Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) : 


a. Dengan Strategi Pembelajaran Direct Instruction, guru mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh siswa sehingga dapat mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh siswa.


b. Cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan yang eksplisit kepada siswa yang berprestasi rendah sekalipun.


c. Guru dapat menunjukan bagaimana suatu permasalahan dapat didekati, bagaimana informasi dianalisis, bagaimana suatu pengetahuan dihasilkan.


d. Menekankan kegiatan mendengarkan (melalui ceramah) dan kegiatan mengamati (melalui demonstrasi), sehingga membantu siswa yang cocok belajar dengan cara-cara ini.


e. Dapat memberikan tantangan untuk mempertimbangkan kesenjangan antara teori (hal yang seharusnya) dan observasi (kenyataan yang terjadi).




• Kekurangan Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) : 


a. Jika guru tidak tampak siap, berpengetahuan, percaya diri, antusias dan terstruktur, siswa dapat menjadi bosan, 


teralihkan perhatiannya, dan pembelajaran akan terhambat.


b. Komunikator yang kurang baik cenderung menjadikan pembelajaran yang kurang baik pula.


c. Jika materi yang disampaikan bersifat kompleks, rinci atau abstrak, Strategi Pengajaran Direct Instruction mungkin tidak dapat memberikan siswa kesempatan yang cukup untuk memproses dan memahami informasi yang disampaikan. 


d. Jika terlalu sering digunakan Strategi Pengajaran Direct Instruction akan membuat siswa percaya bahwa guru akan memberitahu siswa sesmua yang perlu diketahui. Hal ini akan menghilangkan rasa tanggung jawab mengenai pemebelajan siswa itu sendiri. 


e. Demonstrasi sangat bergantung pada keterampilan pengamatan siswa. Sayangnya, banyak siswa bukanlah merupakan pengamat yang baik sehingga dapat melewatkan hal-hal yang dimaksudkan oleh guru.




3. Metode-metode yang digunakan dalam strategi pembelajaran langsung 


a). Metode simulasi 


adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan situasi tiruan atau berpura-pura dalam proses belajar, dengan tujuan untuk memperoleh suatu pemahaman tentang hakikat suatu konsep, prinsip atau keterampilan tertentu. 


b). Metode Demonstrasi  


Metode demonstrasi dalam proses pendidikan dan pengajaran digunakan untuk menggambarkan tatacara pelaksanaan suatu kerja fisik dengan alat peraga benda atau barang. Dengan mendemonstrasikan akan lebih dipahami oleh peserta didik, sehingga peserta didik mampu melaksanakan sebagaimana yang telah dicontohkan di hadapannya.


c). Metode Tanya Jawab 


Adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk petanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, atau sebaliknya dari siswa kepada guru. 


Metode tanya jawab banyak digunakan karena dapat menarik perhatian, merangsang daya pikir, membangun keberanian, melatih kemampuan berbicara dan brfikir secara teratur, serta sebagai alat untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik.




B. Pengertian Strategi Pembelajaran Tidak Langsung


Strategi pembelajaran tak langsung (indirect instructional) ini merupakan hasil dari Carl Roger. Roger mengaplikasikan strategi konselling tersebut dalam pembelajaran.


Pembelajaran tak langung merupakan kebalikan dari pembelajara langsung. Pembelajaran tak langsung lebih banyak berpusat pada siswa. Dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa, maka kecepatan belajar ditentukan oleh siswa itu sendiri, sehingga siswa tidak diharuskan menyelesaikan secepatnya bagian-bagian yang sulit dipelajari.




1. Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Tidak Langsung


1). Observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung objek baik menggunakan alat indera ataupun menggunakan alat bantu.


2). Setelah melakukan observasi yaitu dengan menganalisis fakta yang didapatkan dari hasil observasi.


3). Dapat disimpulkan hasil pengamatan yang telah dilakukan.


4). Harus menjelaskan hasil yang telah ditemukan. Melakukan perbandingan dengan fakta-fakta lainnya.




2. Kelebihan Dan Kekurangan Strategi Pembelajaran Tidak Langsung


• Kelebihan dari pembelajaran tidak langsung diantaranya adalah :


a. Dapat meningkatkan kreativitas siswa


b. Dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memperoleh dan memahami informasi dengan sendirinya


c. Dapat meningkatkan motivasi belajaar siswa, karena mereka harus mendapatkan informasi sendiri, guru hanya membimbingnya.


d. Dapat meningkatkan keaktifan siswa untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.


e. Dapat memudahkan siswa untuk mengingat informasi yang mereka dapatkan, karena mereka sendiri yang menemukannya.




• Kelemahan dari pembelajaran tidak langsung diantaranya adalah : 


a. Strategi pembelajaran ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencerna.


b. Siswa dapat menjadi kurang kendali karena kurangnya control dari guru .


c. Hasil pembelajaran yang menggunakan strategi pembelajaran tidak langsung sulit diprediksi, karena kemampuan siswa tidak sama.


d. Strategi pembelajaran tak langsung kurang sesuai untuk pembelajaran menekankan kepada penyajian informasi secara detail .


e. Kurang sesuai untuk pembelajaran yang menekankan pada hafalan.




3. Metode- metode Indirect Instructional ( tidak langsung)


a. Problem Solving


Pemecahan masalah (Problem Solving) pada dasarnya merupakan belajar dengan menggunakan metode-metode ilmiah atau berfikir secara sistematis, logis, teratur dan teliti. 


b. Case Studies


Studi kasus atau Case Studies merupakan cerita atau scenario yang sering disajikan dalam bentuk naratif dan digunakan sebagai sarana untuk menganalisis dan diskusi. Studi kasus sering ditekankan kepada kejadian actual saat itu. Metode tersebut diterapkan dalam kegiatan pembelajaran agar siswa dapat mengetahui dan memahami dengan baik dari materi yang dipelajari. 


c. Reading For meaning


 Dengan metode reading for meaning tersebut, siswa menjadi penasaran tentang simbol – simbol atau isyarat dalam suatu bacaan yang tertulis. 


 d. Inquiry


 Pembelajaraan yang menggunakan metode inquiry memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami dan memperoleh informasi melalui proses yang mereka kumpulkan. Selain itu, metode ini juga menimbulkan keingintahuan siswa, dapat memotivasi mereka untuk melanjutkan pekerjaan sampai mereka menemukan jawaban.


 e. Reflective Discussion


Diskusi mendalam atau reflective discussion mendorong siswa untuk berfikir dan membicarakan tentang materi yang diamati siswa didengarkan atau dibaca. 




C. Pengertian Strategi pembelajaran empirik (experiential)


 Menurut Ngalimun Strategi pembelajaran Empirik (Experiential) adalah pembelajaran yang berorientasi pada kegiatan induktif berpusat pada peserta didik da berbasis aktifitas.


Strategi pembelajaran Empirik (Experiential) yaitu startegi pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman dan aktivitas belajar siswa, orientasi sesungguhnya dari proses belajar adalah memeberikan pengalaman siswa untuk jangkah panjang.sehingga pembelajaran tersebut terpusat pada siswa. Strategi ini untuk menjadikan siswa agar lebih aktif dalam belajar.




1. Tahap-Tahap Pembelajaran Empirik (Experiential)


a. Tahap pengalaman konkrit (concrete experience). 


b. Tahap refleksi observasi (reflective observation). 


c. Tahap menyusun konsep abstrak. 


d. Tahap aplikasi. 




2. Kelebihan Dan Kekurangan Strategi Empirik


• Kelebihan :


a. Meningkatkan partisipasi peserta didik,


b. Meningkatkan sifat kritis peserta didik,


c. Meningkatkan analisis peserta didik, dapat menerapkan pembelajaran pada situasi yang lain.  




• Kekurangan : 


a. Penekanan hanya pada proses bukan pada hasil.


b. Keamanan siswa.


c. Biaya yang mahal.


d. Dan memerlukan waktu yang panjang.

Komentar